Postingan

Menampilkan postingan dengan label OPINI

Antara Demagog & Turbulensi Kesadaran dalam Organ Mahasiswa

Sepintas, kuliah agaknya menjadi momen yang paling menyenangkan dalam kehidupan seseorang, begitupun anggapan saya. Masa-masa menjadi mahasiswa menawarkan pengalaman baru dan kebebasan yang tidak didapatkan semasa duduk di bangku sekolah.  Adagium semacam ini mungkin menjadi parameter awal pemikiran sseeorang yang hendak memasuki institusi Pendidikan tinggi, atau pemahaman “kebanyakan” seseorang akan lingkungan institusi Pendidikan tinggi yang mereka dapatkan dari indoktrinasi FTV dan sebenarnya berbeda sama sekali dengan realitas yang ada pada dunia Pendidikan tinggi. Seseorang yang demikian akan menegerti bagaimana keaadan yang sebenar-benarnya di dalam lingkungan Pendidikan tinggi, setelah mereka memasukinya; dihadapkan pada realitas yang perlahan-lahan menghantam imajinasiya, pilihan-pilihan yang bukan berdasar atas kehendaknya, pun lingkungan yang lebih kejam dari hutan belantara, serta “spesies” buas yang menghuninya, bahkkan lebih buas dari binatang buas yang kita kenal sebe...

Belajar Dari Master Sun Tzu

Dalam dekade 5 bulan terakhir selama masa pandemi Covid-19 ini, saya banyak merekam jejak pergulatan kawan mahasiswa dalam memperjuangkan haknya. Perlawanan demi perlawanan oleh kawan mahasiswa yang merasa resah terhadap adanya kebijakan ngehek yang dikeluarkan oleh birokrasi kampus ini, nampaknya mengalami banyak kekalahan ; kegagalan dalam mengawal kepentingan mahasiswa. Setidaknya kita dapat melihat hampir semua perjuangan kawan mahasiswa untuk meminta hak di kampusnya, kalau saja dirasa berhasil, itupun tidak akan bertahan lama dan menjadi terkucil. Dari adanya hal semacam itu harusnya kita dapat bertanya, dengan apa segenap perlawan-perlawanan yang dibangun oleh mahasiswa dapat ditumpas,? kemudian dengan apa pula gerakan-gerakan tersebut mampu meraih kemenangan?. Dalam sejarah kita sendiri, perjuangan perlawanan mahasiswa dikampus banyak mengalami penggembosan, baik dari dalam internal pelaku gerakan perlawanan maupun dari luar barisan gerakan perlawanan. Hal semacam itu menjadi...

Potret Pendidikan di Kampusku

Kampus kini kehilangan maknanya sebagai wahana pengembangan wawasan, bagi semua penghuni yang ada didalamnya serta segala otoritas yang bersinggungan dengan eksistasinya. Kemudian dalam kehidupan yang pernah saya alami dalam hiruk-pikuk dunia akademisi, tentu ini mengingatkan saya  kembali pada ekspetasi yang berlebih  tentang bagaimana dunia akdemisi. Bahwa ketika saya masuk kedalamnya, saya akan ditempah sedemikian rupa dan bangku-bangku diruang kelas itu akan mengembangkan wawasan saya, sehingga saya dapat menekuni disiplin ilmu pengetahuan yang saat ini saya geluti. Namun sering saya rasakan ruang-ruang kelas itu lebih mirip kerangkeng-kerangkeng, tidak jarang menutup paksa pintu cakrawala dan menjegal wawasan dengan membatasi ruang diskusi, bangku-bangku memaku tubuh mahasiswa hingga mereka tidak mampu bergerak, menggelengpun begitu susah, juga sering saya jumpai bahwa dosenpun lebih mirip sipir penjara : marah jika dikritik, menolak ketika ada usulan, membentak jika ada ...

Elite Politik Bodongan Kampus

Dalam sirkulasi elite, konflik bisa muncul dari dalam kelompok itu sendiri maupun antarkelompok pengusaha maupun kelompok tandingan. Sirkulasi elite menurut Pareto terjadi dalam dua kategori: Pertama, pergantian terjadi antara kelompok-kelompok yang memerintah sendiri, dan Kedua, pergantian terjadi di antara elite dengan penduduk lainya. Pergantian model kedua ini bisa berupa pemasukan yang terdiri atas dua hal yaitu: 1) Individu-individu dari lapisan yang berbeda kedalam kelompok elite yang sudah ada, dan 2). Individu-individu dari lapisan bawah yang membentuk kelompok elite baru dan masuk ke dalam kancah perebutan kekuasaan dengan elit yang sudah ada. Munculnya istilah Elite Politik Bodongan ini berdasarkan pada apa yang terjadi di kampus kami tercinta. Elite politik yang seharusnya dapat memengaruhi perekembangan masyarakat kampus (mahasiswa) dengan kekuasaan yang dimiliki dalam hubungan yang sifatnya timbal balik atau saling menguntungkan satu sama lain. Dengan demikian dapat dikat...

Gerakan Kader PMII Rayon FTIK Komisariat IAIN Jember di Tahun “POLITIK”

Sejak pada tanggal 17 April 1960, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Dewasa ini PMII tumbuh dan berkembang menunjukkan eksistensi melalui berbagai kegiatan yang positif dan melibatkan khalayak umum. Kegiatan seperti pelatihan-pelatihan terhadap kader, seminar, diskusi publik, dan jejak pendapat semuanya hampir dilaksanakan oleh Pengurus Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Jember. Berbagai kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan bekal kepada kader tentang pentingnya berbagai disiplin keilmuan dan pengetahuan serta pembelajaran tentang pengambilan solusi permasalahan. Adapun tema aktual yang diambil antara lain berkenaan isu KKN, pembelaan kaum mustad’afin, pelanggaran HAM, isu perempuan, penyalahgunaan wewenang, penyelewengan dana, kebijakan pemerintah, dan lainnya. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah setiap kegiatan hendaknya mampu di follow up dengan baik, jadi kegiatan tidak han...

Bangkitlah Perjuangan Pergerakan Mahasiswa

Suhu kali ini nampak tak membaik, api membakar aspal hadirkan percik. Jalanan memanas membuat orang kelabakan hingga jungkir balik. Banyak aktivis berjuang demi hak rakyat yang digelitik dengan delik kekuasaan. Namun lihatlah, karena tak tahan oleh banyaknya keritik, mereka dilenyapkan tanpa jejak mungkin diculik. Kondisi rakyat tak kunjung membaik, begitu miris karena selalu dihisap hingga tak mampu berkutik. Kemudian lihatlah yang tertinggal dari rakyat hanya busung lapar meraung sakit, tinggal tulang terbungkus kulit. Hingar-bingar sekejap, namun tak sampai kelar. Antara bandit kelas teri, kelas kakap bahkan makelar harus segera diberantas hingga ke akar, jangan sampai menular. Lihatlah kerakusan pemodal yang teramat sangar, yang membuat keadilan bagi orang miskin sangat susah dan sukar, namun ketika uang datang baru keadilan mekar. Sudah tak asing lagi untuk didengar, penguasa, penindas punya harta yang bermilyar-milyar, jangan heran jika dapat membeli pasal-pasal yang diperjual be...

Dalam Demokrasi Kampus, Pengemis Tiba-Tiba Menjadi Raja.

Pengemis adalah seseorang yang melakukan suatu pekerjaan dengan cara meminta- minta kepada orang lain demi memenuhi kebutuhannya, seperti membutuhkan uang, makanan, tempat tinggal atau hal lainnya dari orang yang mereka temui dengan meminta. Mereka meminta-minta dengan mengharap belas kasih dari setiap orang yang mereka temui. Raut wajah lesuh dengan pakaian lusuh serta kondisi tubuh yang cacat, tetapi ada yang memang benar-benar cacat tapi juga ada yang tidak, serta peralatan mengemis seperti gayung, kaleng bekas, atau apapun yang dapat dijadikan tempat menyimpan uang yang telah di dapat, adalah ciri khas seorang pengemis. Pada umumnya pengemis dapat kita jumpai di pinggir jalan raya, trotoar, jembatan, perempatan lampu merah, kawasan pusat perbelanjaan dan pasar tradisional serta keramaian kota lainnya. Selain itu pengemis musiman akan banyak berdatangan di waktu-waktu tertentu seperti pada waktu bulan Ramadhan dan menjelang hari raya. Pengemis-pengemis tersebut mengemis bukan karena...

Covid-19, Analisis Dampak Kebijakan Sistem pembelajaran Daring (Online) di Kampus IAIN Jember

Akhir-akhir ini banyak kita dengar dan saksikan dari berbagai macam media, baik media online dan media cetak peberitaan tentang merebaknya pandemi di kalangan masyarakat secara global. Tidak terkecuali Indonesia, dalam hal ini dapat dilihat bahwa kasus pandemi di Indonesia kian meningkat, tercatat hingga hari ini, jumat (04/03/2020) jumlahnya ada 1.986 kasus positif terjangkit virus Covid-19 , meninggal 181 kasus dan sembuh 134 kasus ( Tribunnews.com ). Dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia sendiri terdapat dalam banyak sektor, dari pendidikan, kesehatan, ekonomi sosial dan budaya. Dampak pada berbagai macam sektor tersebut kian hari dapat dirasakan dengan berbagai macam gejala sosial yang terjadi di kalangan masyarakat yang menyangkut hajat hidup orang banyak atau kesejahteraan masyarakat, lebih-lebih dampak pandemi tersebut dapat kita rasakan bagi pendidikan yang ada di Indonesia, mulai dari tingkatan yang paling dasar hingga perguruan tinggi. Oleh sebab itu pemerintah mengeluark...

Paradigma dan Heroisme Historis Dalam Berorganisasi

Secara umum dapat kita ketahui bahwa paradigma diartikan sebagai sebuah pandangan atau pun cara pandang yang digunakan untuk menilai sesuatu baik secara sektoral maupun global, yang merupakan gambaran atau pun perspektif umum berupa cara–cara untuk menjabarkan berbagai macam permasalahan dunia nyata yang sangat kompleks. Menurut Thomas Khun paradigma cenderung merujuk kepada dunia pola pikir atau pun teknis penyelesaian masalah yang dilakukan oleh manusia melalui buku buatannya yang berjudul   The Structure of Scientific Revolution. Begitu pula dalam berorganisasi, tentunya paradigma merupakan salah satu hal yang sangat fundamental karena paradigma sendiri merupakan cara pandang yang mengintegrasi dan juga sebagai praksis yang mengikat baik secara struktural maupun kultural dalam berorganisasi. Perlu kita sadari bahwa istilah paradigma dalam hal ini bukan merupakan cara pandang sebuah organisasi tetapi merupakan cara pandang orang-orang yang berada didalam sebuah organisasi yang te...