Kerabatku
Kerabatku orang-orang hina dan lapar Merayap-meratap membangun jalan Pada Lorong batin yang sama beredar melingkar Dalam Insyaf yang menjalar ke pangkal sadar Tidak boleh ada seorang pun yang harus menanggung pilihan: antara makan dan mempertahankan harga dirinya, tidak boleh ada manusia yang harus merengek-membungkuk-merendah agar dapat bertahan hidup. Aku mencintai negeri ini, Yang tumbuh dari Kehinaan dan kelaparan pada akar kehidupan bangsanya sendiri. Di bawah kaki langit negeri Bunga-bunga bangsa menari-menari Wanginya menembus cakrawala Menular menjadi bara Merapal parau ia bertanya: Sejak kapan penderitaan dianggap suatu persoalan yang wajar? Sejak kapan rasa lapar harus hikmat dilumat syukur? Sejak kapan ketakutan menjadi harga yang harus dibayar demi ketertiban? Sejak kapan pengkerdilan dianggap sebagai pendidikan? Sejak kapan penghisapan menjadi bagian yang sah dari pekerjaan? Dan sejak kapan ketidakadilan pada suatu negeri menjadi sesuatu yang tidak dapat di tawar hany...