Dengarkan!
Aku ingin berbicara padamu dengan hati telanjang
Dengan kata-kata yang tanpa di hias
Mataku hendak berbicara lebih lantang tanpa suara
Kau diam, aku mulai berbicara
Kau tatap mataku, kau membaca sorotnya
Setiap kedip dan tarikan napas adalah jeda
Aku diam, kau menyelami samudera pikirku lebih dalam
Kau tahu, batin ini samudera hidup penuh badai
Kau pun akan mengerti, gulungan ombak akan menghempaskan siapa saja yang mencoba melawannya
bak burung penyelam, kau tenggelam dalam amuk gelombang
Jangan coba buka mulutmu sesekali, kau bukan seekor ikan
Ini bukan tentang jawaban, ini tentang mengerti
Kala awan tersibak menari-narilah di kedalaman samudera
Banyak-banyaklah belajar pada apa yang ada di balik kedalaman
Keheningan selalu menjadi ruang bagi sesuatu yang lebih besar
Keheningan adalah lumbung dari bahasa paling jujur
Suara-suara itu nyata
Suara-suara itu ada
Bila tak mampu kau menahan jeritnya
Pastilah pecah berkeping gendang telingamu
Jemputklah tiap-tiap api yang menyala di dasarnya
Padamkan saja jika kau yakin lebih memiliki kuasa atasnya
Komentar