Abadilah kata-kata

Diantara kegamangan yang dengan atau yang tanpa pengharapan

Aku tak ingin mendukakan nasib sebintikpun

Bila sempat kau intip barang sejenak;

Jika tidak dalam sadarmu, munkin dalam guratan mimpimu

Ia maksudku yang paling halus, yang wajahnya tanpa dihias dan tanpa tedeng aling-aling itu


Sengaja ku antar ia menuju peraduannya

Terbaring ia di altar arsy menunggu tiba keridhoanmu

Jika pula sempat kau bertemu dengannya, izinkanlah ia mengetuk kedalaman batinmu sesekali saja

Sejenak, Biar ia berbicara padamu dengan bahasa yang lapuk dipasung waktu

Biar ia menerjang batas dalam keterbatasan kata-kata 


Kau izinkan atau tidak ia menetap dan semerbak di pangkal jantungmu,

Tentu itu bukan urusanku, itu semua ada pada kehendak dirimu

Dan bahkan jika belumlah juga kau jenguk ia dalam ketersediaan umurku

Biar ia simpan segala bahasa dalam telaga pesakitannya

Biarkan ia pulas dalam keabadiannya

Dan untukmu, sekalian kebahagiaanmu; semoga Tuhan memberkatimu dengan cinta yang lain.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Suatu Kota, Aku Terbakar Sendirian

Aku Gelisah!