BUNGA-BUNGA API

Sengit genderang perang beradoe

Saling pantjang pandji di gardoe-gardoe

Tampar, sikut, terdjang, ta’ berkesedoedahan

Keganasan melompoeh kesadaran

Keserakahan memberangoes kedamaian


Manisnja kekoeasaan menjerat lidah-berdjoeloeran

Kawan,

ini hanja oeroesan makan!

Ta’ perloe menjilat-melata agar berkecokoepan


Tangan, kaki, pipi, sekalian toeboeh kita boleh tjatjat, relakan

Asal ta’ tjatjat noerani, ta’ pintjang berpihak

Biar ta’ menang, asal benar

Biar pelan bersemai, asal gerak menjalar


Kalian kawankoe,

jang sengadja menjalakan api di keboen boenga biroekoe

Terimalah kelahiran sang boenga-boenga api

Dari rahim air mata dan kasih

Jang hidoep tegak ta’ roendoek-rebah-kalah


Inilah kelahiran jang di bonjeng loeka-derita

Inilah soeara-bahasa jang memikoel kekalahan demi

kekalahan

Inilah kelahiran boenga-boenga api

Terimalah dan hadapi


Djember, 13/09/26

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Atas Nama Cinta, Kita Saudara Sedarah

Aku Pulang! Bersabarlah

Di Suatu Kota, Aku Terbakar Sendirian