Martabat

Martabat

Orang bisa
mengambil hartaku.

Orang bisa
mengambil rumahku.

Bahkan

orang bisa
mengambil namaku.

Tetapi,

selama aku tidak
menyerahkan nuraniku,

tidak ada yang berhasil
mengalahkanku.

 

AKU 

Aku tidak pernah kalah
oleh orang lain.

Aku kalah

setiap kali

ingin menjadi
orang lain.

 

Kalah

Aku pernah
mengalahkan banyak hal di luar diriku.

Aneh.

Malamnya
aku tetap tidak bisa tidur.
 

Hari lain,

aku mengalahkan
keinginanku sendiri.

Untuk pertama kalinya,

tidurku nyenyak.

 

Orang Asing

Aku hafal
wajah banyak orang.

Aku tahu
siapa yang jujur.

Siapa yang pemarah.

Siapa yang suka berpura-pura.

Anehnya,

aku lupa

melihat
diriku sendiri.

 

Menjadi Manusia

Kita diajari
cara menang.

Sedikit sekali
yang mengajari
cara menjadi manusia.

Padahal,

menang
belum tentu benar.
 

Benar
sering kali kalah.

Tetapi
yang benar
tidak pernah kalah
di hadapan
nuraninya sendiri.

 

Selesai 

Hari ini

tidak ada
yang berubah.

Matahari
tetap terbit.

Burung
tetap bernyanyi.

Orang-orang
tetap sibuk.

Yang berubah

hanya aku. 

Aku tidak lagi
meminta hidup
menjadi seperti yang kuinginkan.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Pulang! Bersabarlah

Atas Nama Cinta, Kita Saudara Sedarah

Di Suatu Kota, Aku Terbakar Sendirian